semakin meniti hari matang di bumi jawa ni..
mengajar aku bagaimana menjadi seorang manusia bergelar hamba :)
byk sgtttt mslh yg jadi hari demi hari..
aku tempuh dgn penuh rasa kesah dan sabar yg bersisa :(
*sigh*
no matter what happen,im here as student.
have to end with a huge graduation.
so..never give up!
abah..
me do love you :')
sho sho sho much.
many things happen lately -.-"
emm,its teach me how to be more pretty to face this world.
saat hati mula rasa goyah,iman rasa susah,telinga rasa pns,jiwa rasa berontak..
Allah sbr kan aku dgn sebuah luahan seorang sahabat.
MasyaAllah..ternyata..ada yg lbh susah dari aku :')
Allah mengingatkan ku dgn cara yg murni.langsung tidak menyakitkan.
andai hati kecil ini mampu menghitung jumlah trm ksh atas teguran mu ini ya Allah..
tak mampu ku panjatkan dgn seribu bahasa manusia.
-,-'
Allah tidak akan menguji seseorang hamba di luar kemampuan seorang hamba ;)
Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak sedar bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber.. ^^..
Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.
Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah pasu cantik yang ditayang di sebuah kedai etalase. Sebelum berada di sana, ia hanyalah selonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian.
Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi selonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik.
Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat kerana merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa.
Belum lagi kondisi lingkungan,family dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak peduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Tapi cubalah kita lihat kisah si pasu cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik.
Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di family, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin taufan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.
Dulu, seorang teman pernah memesan, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya.
Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, takkan kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?
:)
Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira kerana ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia :')
Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah krn sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang
beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.
Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya?
Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya?
Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya .. :')
Wallahualam
buat adikku Nur 'Azian binti Sudin,Allah sentiasa bersamamu syg :)
**disadur dari buku “La Tahzan!”
kesedihan,dtg lah temani aku utk menguatkan aku :)
off.

0 comment's love:
Post a Comment