19 Jan 2011
02:14 am
Bismillahirrahmanirrahim..
Selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW :)
Sekarang dah pagi buta..tapi mata xdapat nak lelap.so..nak xnak kena baca buku supaya cepat3 ngantok.errr..maknanya apa tu? asal baca,mesti ngantok? :p
SEKADAR BERKONGSI CERITA DI PAGI HARI TENTANG SESUATU YG SUDAH LAMA TERBUKU DI HATI BUAT FOLLOWER SEMUA :')
Dilema kerap muncul. Bahkan mungkin hadir setiap hari. Ketika kita bangun tidur, bisa saja dilema itu datang menerpa dalam wujud tumpukan tugas-tugas yang banyak. Dan, jika kita hendak tidur, bisa juga dilema hadir sebagai penyakit yang kerap dinamakan “Insomnia”. Dan, dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai insomnia beserta gejala dan cara pengobatannya. Namun, akan sedikit membahas tentang dilema yang muncul dikalangan aktivis dakwah. Dan, tentunya, setiap muslim diseluruh dunia ini memiliki fitrah dan tugas yang sama, ya.. menjadi aktivis dakwah, baik disadari ataupun tidak.
Secara terang nya,hati manusia sgt rapuh :')
Malah hati kita sendiri bukan milik mutlak kita..mampukah kita menebak atau meneka apa yg bakal berlaku pada perasaan yg sekian lama menyintai si dia bakal tetap setia di esok hari?pasti TIDAK kan? lemah sekali bila memikirkan diri ini seorang daie yg masih belum berjaya menggemilangkan diri.andai mereka tahu hati ini sedang sakit...................
Dilema para aktivis dakwah adalah sesuatu yang fitrah dan bisa kapan saja terjadi. Seperti perbedaan sistem kerja dalam sebuah organisasi, pemberian amanah yang tidak sesuai dan mengakibatkan kurang profesionalitas amal serta sikap merendahkan aktivis dakwah lain karena kredibilitas. Dan, jika dilema itu hadir… sebagai aktivis dakwah yang telah terbina secara ruhani dan fikriyah, haruslah ber-tabayyun dengan sikap lemah lembut dan tidak emosi. Karena Rasulullah pun menegur sahabat-sahabatnya dengan cara yang bijak, yang tidak menyinggung perasaan para sahabatnya. Bahkan, teguran Rasulullah akan menumbuhkan ukhuwah yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Dilema para aktivis dakwah adalah sesuatu yang fitrah dan bisa kapan saja terjadi. Seperti perbedaan sistem kerja dalam sebuah organisasi, pemberian amanah yang tidak sesuai dan mengakibatkan kurang profesionalitas amal serta sikap merendahkan aktivis dakwah lain karena kredibilitas. Dan, jika dilema itu hadir… sebagai aktivis dakwah yang telah terbina secara ruhani dan fikriyah, haruslah ber-tabayyun dengan sikap lemah lembut dan tidak emosi. Karena Rasulullah pun menegur sahabat-sahabatnya dengan cara yang bijak, yang tidak menyinggung perasaan para sahabatnya. Bahkan, teguran Rasulullah akan menumbuhkan ukhuwah yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Maka, jadilah kita ber-tabayyun jika dilema itu hadir. Perlakukanlah saudara semuslim dengan ramah dan santun dan tidak dengan nada menggurui. Lalu, berilah sentuhan hangat cinta ukhuwah Islamiyah di dalamnya. Tentunya, dengan prilaku para aktivis dakwah tersebut bisa meredam dilema dengan baik.
Dan, jika dilema itu hadir, bisa menjadi sarana ampuh untuk bermuhasabah, seberapa intensifkah kita mendekat kepada Allah Swt. Hadirnya dilema menjadi tanda, bahwa Allah Swt rindu terhadap sujud dan do’a-do’a penuh keikhlasan kita.
Wallahu a’lam bisshowab.
Semoga tulisan ini tidak menjadi hujjah bagi mereka yang lemah dalam menjaga hati dan pandangan, tidak pula menjadi legitimasi bagi mereka yang terkotori hatinya dan ternodai dakwahnya dengan virus merah jambu.
Apapun yang kita alami, dalam dakwah ini kita tidak pernah sendiri. Segera hubungi murobbi untuk berkonsultasi, agar lebih terjaga diri dan tertata langkah dalam memperbaiki diri. Semua ini saya tulis untuk menjaga kualitas aktifis dakwah, agar semakin dekat kemuliaan dakwah dan kejayaan Islam yang dinanti-nanti.
Saya tutup dengan ungkapan Abdullah bin Mas’ud : Cinta itu dari Allah dan kebencian itu dari syaitan, yang bermaksud memasukkan rasa benci dalam hatimu, terhadap apa yang dihalalkan Allah bagimu ( HR Abdurrozaq (VI/191) dinukil pula oleh Albani dalam Adab Zifaf)
off :)


0 comment's love:
Post a Comment